Metafora Antropomorfis dalam Wacana Ritual Bertani Atoin Meto

  • Viktorius P Feka Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Citra Bangsa Kupang
Keywords: metafora antropomorfis, Uab Meto, Atoin Meto, ritual bertani

Abstract

Artikel ini bertujuan mengungkap bentuk dan makna metafora antropomorfis dalam wacana ritual bertani budaya Atoin Meto. Penyediaan data dilakukan melalui teknik cakap, rekam dan catat. Data diolah ke dalam transkripsi fonemis-ortografis, lalu dianalisis dengan Metode padan, Metode agih, dan Metode introspeksi. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil bahwa metafora antropomorfis Uab Meto diciptakan Atoin Meto sebagai hasil interaksi kultural dan spiritual mereka dengan Uis Neno ‘Tuhan’, Uis Pah ‘Leluhur’, dan Pah Pinan ‘Alam’. AtoinMeto mempersonifikasi konsepUis Neno, Uis Pah, dan Pah Pinan seperti pribadi manusia yang memiliki anggota tubuh. Ada tiga bagian besar anggota tubuh manusia dalam metafora antropomorfis AtoinMeto, yakni kepala, badan, dan kaki. Secara umum, metafora antropomorfis pada ritual bertani terdiri atas dua bagian utama, yaitu ritual pembukaan lahan baru dan ritual panen. Metafora ini dipengaruhi oleh kepercayaan akan adanya tiga strata kekuasaan, yakni Uis Neno, Uis Pah, dan Pah Pinan. Salah satu data metafora pada ritual pembukaan lahan baru tampak pada frasenatuin Hit hanak Uis Neno ‘seturut firman Tuhan’, dan metafora pada ritual panen tampak pada fraseMnahat ma mninut sin human ‘sesajian’.

References

Armstrong, K. (2014).Telaah Historis atas Kitab yang Paling Banyak Dibaca di Dunia. Bandung: Penerbit Mizan. Diterjemahkan dari The Bible: A Biography oleh Fransiskus Borgias, disunting oleh Ahmad Baiquni dan Yuliani Liputo.

Chaer, A. (2013). Kajian Bahasa. Jakarta: Rineka Cipta.

Feka, V. P. (2011). The Forms and Meanings of Athropomorphic Metaphors of Uab Meto in Miomaffo Dialect. Kupang: Universitas Nusa Cendana. Thesis (Unpublished).

Kovecses, Z. (2010). Metaphor. Oxford: Oxford University Press.

Kovecses, Z. (1977). Metaphor and Emotion. Cambridge: Cambridge University Press.

Neonbasu, G. (2017) Citra Manusia Berbudaya. Sebuah Monografi tentang Timor dalam Perspektif Melanesia. Jakarta: Perum LKKBN ANTARA.

Nesi, A., & Tube, B. (2020). Makna Budaya pada Unsur-unsur Paralel dalam Tutur Adat Takanab. Jurnal Simbolika: Research and Learning in Communication Study, 6(1), 41-50.

Ningsih, P. H. (2013). Metafora dalam Pasambahan Maanta Marapaulai di Nagari Tanjung Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung. Ringkasan Skripsi yang dijurnalkan. Padang: Universitas Negeri Padang.

Sudaryanto. (2015). Metode dan Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara Linguistis. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.

Tarigan, G. (1985). Ilmu Semantik. Jakarta: Erlangga.

Ullmann, S. (2007). Pengantar Semantik. Diadaptasi oleh Sumarsoeno. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Wahab, A. (1991). Isu-isu Linguistik (Pengajaran bahasa dan Sastra). Surabaya: Airlangga University Press.

Wahab, A. (1991). Isu-isu Linguistik (Pengajaran bahasa dan Sastra). Surabaya: Airlangga University Press.

Published
2020-12-30
How to Cite
Feka, V. P. (2020). Metafora Antropomorfis dalam Wacana Ritual Bertani Atoin Meto. PROLITERA: Jurnal Penelitian Pendidikan, Bahasa, Sastra, Dan Budaya, 3(2), 112-123. https://doi.org/10.36928/jpro.v3i2.705
Section
Articles