ES KRIM KELOR: PRODUK INOVASI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DALAM 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN (HPK)

  • Ninna Rohmawati Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember
  • Anita Dewi Moelyaningrum Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember
  • Eri Witcahyo Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember
Keywords: tepung daun kelor, es krim, stunting

Abstract

Es Krim Kelor: Produk Inovasi sebagai Upaya Pencegahan Stunting dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Tepung daun kelor yang diolah menjadi es krim kelor mengandung zat gizi yang tinggi, terutama protein dan kalsium. Es krim kelor merupakam salah satu inovasi produk pangan lokal dalam upaya penanggulangan stunting. Mitra adalah Usaha Kecil Menengah (UKM) “Kesilir Marongghi Center Community (KM-2C)” yang mengalami masalah dalam pengembangan produk dan penjualan tepung daun kelor. Hasil penelitian ketua tim pengusul, menyatakan bahwa tepung daun kelor dapat diolah menjadi es krim kelor dengan penambahan tepung kelor 25 gram. Solusi pengolahan produk inovasi es krim kelor dilaksanakan melalui beberapa metode, yaitu: (1) pelatihan produksi; (2) pendampingan pengurusan P-IRT/SP; (3) pelatihan manajemen pembiayaan usaha dan pemasaran; (4) pendampingan produksi hingga pemasaran. Kegiatan ini dapat membantu permasalahan yang dihadapi mitra. Target dan luaran yang diharapkan telah tercapai, yaitu: (1) produk es krim kelor yang telah memiliki izin edar berupa SP; (2) metode manajemen pembiayaan usaha dan manajemen pemasaran yang tepat telah tercapai, yaitu melalui penjualan langsung, jejaring sosial, reseller, dan pameran produk. Mitra mengalami penambahan omzet dan peningkatan jumlah pembeli; (3) penguasaan ketrampilan berupa skill membuat es krim kelor. Kegiatan ini memberi dampak up-dating Iptek di UKM KM-2C

References

Aminah, S., Ramdhan, T. dan Yanis, M. 2015. Kandungan Nutrisi dan Sifat Fungsional Tanaman Kelor (Moringa oleifera). Buletin Pertanian Perkotaan Volume 5 Nomor 2 2015:35-44.

Ariani, M., Hermanto, Hardono, G, S., Sugiarto, Wahyudi, T, S. 2013. Kajian Strategi Pengembangan Diversifikasi Pangan Lokal. Bogor: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. [serial online]. http://pse.litbang.pertanian.go.id (Diakses tanggal 9 Januari 2017)

Aritonang, E. 2010. Kebutuhan Gizi Ibu Hamil. Bogor: IPB Press.

Badan Standarisasi Nasional (BSN).1995. SNI Es Krim. Jakarta: BSNI.

Dinas Kesehatan Jember (Dinkes Jember). 2018. LB3 Gizi Bulan Februari 2018.

Fitrahdini., Sumarwan, U. dan Nurmalina, R. 2010. Analisis Persepsi Konsumen Terhadap Ekuitas Merk Produk Es Krim. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol 3 No 1 Januari 2010:74-81.

Iskandar, A.B., Ningtyias, F.W., Rohmawati, N. 2018. Analisis Kadar Protein, Kalsium dan Daya Terima Es Krim dengan Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera). Universitas Jember.

Janah, V. 2013. “Suplemen Herbal Kaya Nutrisi Berbasis Daun Kelor Sebagai Alternatif Makanan Olahan dalam Rangka Peningkatan Kualitas Hidup Penderita HIV/AIDS di kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Cita Cilacap”. Laporan PKM-M. Cilacap: Stikes Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap

Kemenkes Republik Indonesia (Kemenkes RI). 2013. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan, Republik Indonesia.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. 2017. Buku Saku Desa dalam Penanganan Stunting. Jakarta.

Kholis, N. dan Hadi, F. 2010. Penguji Bioassay Biskuit Balita yang Disuplementasi Konsentrat Protein Daun Kelor (Moringa oleifera) Pada Model Tikus Malnutrisi. Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 11 No.3 Desember 2010:144-151.

Krisnadi, A. D. 2015. Kelor Super Nutrisi. Kunduran Blora : Moringa Indonesia.

Kurnianingsih, S. R. 2015. Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) pada Karakteristik Fisiokimia dan Sensoris Es Krim. Semarang: Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Katolik Soegijapranata.

Mahmud, M.K., Hermana, Nazarina, Marudut, S., Zulfianto, N.A., et al. 2018. Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) 2017. Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat. Direktorat Gizi Masyarakat. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Menteri Kesehatan RI. 2018. Mewujudkan Indonesia Sehat melalui Percepatan Penurunan Stunting. Disampaikan pada
Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi XI. Jakarta, 3 Juli 2018

Panjaitan, T. S. 2013. Kelor Mineral Blok Suplemen. [serial online] http://www.ntb.litbang.pertanian.go.id (Diakses 25 Aguustus 2018)

Rusilanti. 2006. Menu Bergizi Untuk Ibu hamil. Jakarta: Kawan Pustaka.

Srikanth, S, V., Mangala, S., dan Subrahmanyam, G. 2014. Improvement of Protein Energy Malnutrition by Nutritional Intervention with Moringa Oleifera among Anganwadi Children in Rural Area in Bangalore India. International Journal of Scientific Study 2 (1); 1-4. Bangalore: Vydehi Institute of Medical Sciences and Research Centre.

Trisnawati, Y., Purwanti, S. dan Retnowati, M. 2016. Studi Deskriptif Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil tentang Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan di Puskesmas Sokaraja Kabupaten Banyumas. Jurnal Kebidanan, Vol.VIII, No.02, Desember 2016:175-182.

Yuliana. 2016. Uji Organoleptik dan Kadar Kalsium Es Krim dengan Penambahan Kulit Pisang dan Daun Kelor. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Zakaria, Tamrin, Sirajuddin, dan Hartono, 2012. Penambahan Tepung Daun Kelor pada Menu Makanan Sehari-hari dalam Upaya Penanggulangan Gizi Kurang pada Anak Balita. Jurnal Media Gizi

Pangan 13 (1). Makasar; Poltekkes Kemenkes Makasar. [serial online]. https://jurnalmediagizipangan.files.com (Diakses tanggal 19 Agustus 2018).
Published
2019-01-21
How to Cite
Ninna Rohmawati, Anita Dewi Moelyaningrum, & Eri Witcahyo. (2019). ES KRIM KELOR: PRODUK INOVASI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DALAM 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN (HPK). Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 10-20. Retrieved from http://jurnal.unikastpaulus.ac.id/index.php/jrt/article/view/276