Pemanfaatan Ekstrak Rebung Bambu Sebagai Zat Pengatur Tumbuh Alami Pada Perkecambahan Bibit Kopi

Authors

  • Roberto Alansa Pratama Nasan
  • Muhammad Noor Ariefin UNIKA Santu Paulus Ruteng
  • Dewi Rofita

DOI:

https://doi.org/10.36928/ja5yat24

Keywords:

Rebung bambu, zat pengatur tumbuh, kopi, perkecambahan, ZPT alami

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi yang optimum berbagai konsentrasi zat pengatur tumbuh alami ekstrak rebung bambu terhadap pertumbuhan pembibitan tanaman kopi arabika. Rebung bambu diketahui mengandung senyawa-senyawa fitohormon seperti auksin dan sitokinin yang berperan penting dalam merangsang pertumbuhan tanaman. Penelitian ini telah dilaksanakan di UPH Wulang Pari bertempat di Kelurahan Laci Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2025 sampai bulan Mei 2025. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini yaitu menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) satu faktorial yang terdiri dari 6 perlakuan perlakuan yaitu: Faktor 1 konsentrasi ekstrak rebung bambu: P0: 0 mL/tanaman, P1: 200 mL/tanaman, P2: 250 mL/tanaman, P3: mL/tanaman, P4: 350 mL/tanaman. Total unit percobaan tersebut maka akan diperoleh 5 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Setiap perlakuan terdiri dari 6 bibit tanaman kopi, dengan 6 tanaman sampel. Jumlah tanaman kopi yang digunakan sebanyak 5x6x5 =150 bibit kopi arabika. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan konsentrasi zat pengatur tumbuh alami ekstrak rebung bambu berpengaruh nyata terhadap terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan panjang akar bibit tanaman kopi. Zat pengatur tumbuh alami ekstrak rebung bambu perlakuan P4 (350 mL/tanaman) merupakan dosis yang optimum di semua parameter pengamatan.

Downloads

Published

2026-07-31