DAMPAK PROGRAM PENYALURAN BANTUAN BENIH JAGUNG (Zea mays L.) DI DESA DAENA’A KECAMATAN LIMBOTO BARAT KABUPATEN GORONTALO
Keywords:
Persepsi Petani, Perbedaan Peningkatan Produksi, PendapatanAbstract
Penggunaan benih unggul masih rendah di Indonesia, yang menghambat peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional khusunya Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini dilakukan di Desa Daena’a, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, dengan tujuan mengetahui persepsi petani terhadap program penyaluran bantuan benih jagung serta menilai perbedaan produksi dan pendapatan petani sebelum dan sesudah menerima bantuan tersebut. Studi ini melibatkan 93 petani dari tujuh dusun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap program bantuan benih jagung berada pada kategori Cukup Puas dengan skor 53,23 (63,4%). Hal ini mengindikasikan bahwa program penyaluran benih jagung belum optimal karena belum sepenuhnya memenuhi harapan petani, dengan penyaluran yang sering tidak tepat waktu sebagai masalah utama. Selain itu, terdapat perbedaan signifikan dalam peningkatan produksi dan pendapatan petani sebelum dan sesudah menerima bantuan benih jagung. Produksi jagung meningkat dari 170.860 kg sebelum bantuan menjadi 204.731 kg setelah bantuan, sementara pendapatan petani meningkat dari Rp343.000.000 menjadi Rp586.260.075. Metode penelitian menggunakan wawancara langsung dan kuisioner untuk pengumpulan data primer, serta studi literatur untuk data sekunder. Teknik analisis yang digunakan adalah uji t dependent untuk menguji perbedaan produksi dan pendapatan sebelum dan sesudah menerima bantuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa bantuan benih jagung secara signifikan meningkatkan produksi dan pendapatan petani.
