RESPON ANTIBODI PENYAKIT NEWCASTLE DAN FLU BURUNG PADA PETERNAKAN KOMERSIAL AYAM ARAB DI KABUPATEN GRESIK, JAWA TIMUR
Keywords:
peternakan, unggas, penyakit, vaksinAbstract
Penyakit Newcastle disease (NDV) dan Avian influenza (AIV) masih menjadi permasalahan serius peternak unggas di Indonesia. Kedua penyakit tersebut menyebabkan gejala klinis berupa penurunan produksi dan reproduksi hingga menyebabkan kematian pada unggas. Tujuan penelitian ini adalah untuk memonitoring titer antibodi terhadap virus AI dan ND pada ayam arab. Uji Hemagglutinasi Inhibisi (HI) merupakan uji serologi yang digunakan untuk memonitoring kejadian penyakit paska vaksinasi dan memantau titer antibodi pada unggas paska vaksinasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental berbasis laboratorium dan hasil uji serologi akan dijelaskan secara deskriptif. Dalam penelitian ini, uji HI dilakukan untuk mengetahui profil titer antibodi terhadap virus ND dan AI pada peternakan komersil ayam arab di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Hasil uji HI menunjukkan ayam pada umur 1 bulan tidak memiliki titer antibodi terhadap virus AI, sedangkan rerata titer ND ditemukan sebesar 22. Pada umur 3 bulan rerata titer antibodi mulai mengalami peningkatan baik terhadap virus AI sebesar 20,17 dan virus ND 27,54. Pada umur 4 bulan, rerata titer AI terus mengalami kenaikan namun rerata titer ND mengalami penurunan yaitu berturut-turut 23,04 dan 23,76, sedangkan pada umur 1.5 tahun kedua rerata titer AI dan ND mengalami peningkatan yang signifikan yaitu 25,12 dan 29,04, masing-masing. Dengan demikian, hasil ini menunjukkan bahwa rerata titer antibodi terhadap AI cenderung mengalami peningkatan dan bersifat protektif dengan rerata ?24 ditemukan pada kelompok umur 1.5 tahun, sedangkan rerata titer virus ND mulai menunjukkan titer >26 pada kelompok umur 3 bulan dan 1.5 tahun. Penurunan rerata titer terhadap ND ditemukan pada kelompok umur 4 bulan yang mungkin diakibatkan oleh menurunnya respon imun dan diperlukannya booster vaksin ND yang dapat diberikan pada umur 17 minggu. Dalam penelitian ini titer antibody unggas terhadap virus AI dan ND cenderung mengalami peningkatan dari setiap rentang kelompok umur dari 1 bulan hingga 1.5 tahun. Monitoring titer antibodi perlu dilakukan secara rutin untuk memantau profil antibodi protektif unggas guna mencegah terjadinya infeksi penyakit.
