RESISTENSI Spodoptera frugiperda TERHADAP INSEKTISIDA

Authors

  • Surianto Sipi Pusat Riset Tanaman Pangan, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional
  • Erwin Najamuddin Pusat Riset Tanaman Pangan, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional
  • Muh. Fitrah Irawan Hannan Pusat Riset Tanaman Pangan, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Keywords:

Resistensi insektisida, Spodoptera frugiperda

Abstract

Hama Spodoptera frugiperda merupakan hama utama tanaman jagung dan beberapa komoditas lainnya. Hama ini telah berkembang pesat diluar habitat aslinya yaitu di benua Amerika. Penyebarannya melintasi beberapa benua dalam waktu singkat dan menyebabkan kerugian yang signifikan. Sampai saat ini, insektisida masih menjadi instrument utama dalam upaya pengendalian S. frugiperda, walaupun pilihan ini dapat menimbulkan efek resistensi. Resistensi S. frugiperda menjadi topik penelitian yang banyak dipublikasikan dari berbagai negara dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Hama S. frugiperda menunjukkan respon resisten terhadap beberapa insektisida dari kelas avermectin, oxadiazines, spinosin, pyrethroids, carbamate, organophosphates, isoxazolines dan diamide. Resistensi S. frugiperda terhadap insektisida terjadi dengan tiga mekanisme. Pertama adalah penurunan kepekaan titik target toksin insektisida akibat mutasi gen yaitu reseptor acetylcholine (gen A201S, G227A dan F290V), voltage-gated sodium channel (gen T929I, L932F dan L1014F), gamma aminobutyric acid (gen A288G dan M286G) dan ryanodine (gen I4790M dan G4946E). Mekanisme kedua yaitu mutasi gen yang membuat serangga mampu menghasilkan enzim yang dapat mendetosifikasi toksin insektisida. Gen yang bermutasi meliputi: gen pada cytochrome P450s (CYPs), Esterases, glutathione s-transferase (GSTs), UDP glucuronosyl-transferases (UGTs) dan gen oksidatif stress. Mekanisme ketiga adalah resistensi S. frugiperda akibat adanya bakteri simbion yang hidup didalam saluran pencernaannya. Bakteri simbion dapat mengurai senyawa toksin insektisida menjadi beberapa senyawa baru yang bersifat non-toksik terhadap larva S. frugiperda. Mikrobiota yang hidup didalam saluran pencernaan S. frugiperda didominasi oleh bakteri dari phylum Proteobacteria dan firmicutes dan mampu mendegradasi senyawa dari 6 jenis insektisida.

Downloads

Published

2025-05-19