Analisis Pendapatan Usahatani Cabai Rawit (Capsicum Anaum. L) pada Kelompok Tani Harapan Di Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai
Keywords:
pertanian berkelanjutan, Pendapatan, Curly chili, Horticulture, IntercroppingAbstract
Penelitian ini menganalisis tingkat pendapatan usahatani cabai di Kelompok Tani Harapan Kelurahan Ka dengan tujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani cabai. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui wawancara terhadap 30 petani anggota kelompok tani dan data sekunder dari instansi terkait. Analisis data meliputi perhitungan pendapatan (? = TR - TC), R/C ratio, dan Break Even Point (BEP). Hasil nalisis pendapatan usahatani cabai rawit di Kelompok Tani Harapan menunjukkan bahwa budidaya cabai rawit merupakan usaha yang menguntungkan, dengan pendapatan mencapai Rp39.940.000 per hektar setelah dikurangi total biaya produksi sebesar Rp26.635.000. Tingginya harga jual cabai (Rp35.000/kg) mampu menutupi biaya produksi meskipun produktivitas lahan tergolong rendah (63 kg/ha). Break Even Point (BEP) tercapai ketika seluruh hasil panen (761 kg) terjual, menunjukkan bahwa usahatani ini efisien dan layak secara finansial. Namun, fluktuasi produksi dan ketergantungan pada harga pasar menjadi tantangan yang perlu diatasi untuk memastikan keberlanjutan usaha. Penelitian ini merekomendasikan: (1) intensifikasi lahan melalui penerapan teknologi budidaya yang lebih efisien, (2) penguatan kelembagaan kelompok tani untuk akses permodalan dan pemasaran, serta (3) diversifikasi produk olahan untuk menstabilkan pendapatan. Temuan penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pengembangan agribisnis cabai yang berkelanjutan.
