Analisis Tingkat Pengetahuan Petani terhadap Pakan Pellet Ternak Babi Grower (Studi Kasus Dikelompok Tani Tungku Mose) Cimpar Carep Kabupaten Manggarai

Authors

  • George G. F. Adventten Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Viktor Kevin Sekar Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Apolonia Limat Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Redemta Hernitania Oktolanung Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Geovani Kevintri Justi Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Marianus Jeri Saputra Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Wiliam Caka Sandra Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Hilarius Onta Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng

Keywords:

Tingkat Pengetahuan, Pakan Pellet, Ternak Babi Grower

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan petani terhadap penggunaan pakan pellet pada ternak babi fase grower di Kelompok Tani Tungku Mose, Cimpar Carep, Kabupaten Manggarai. Pakan pellet merupakan salah satu bentuk inovasi pakan modern yang dapat meningkatkan efisiensi pertumbuhan ternak babi, khususnya pada fase grower yang memerlukan asupan nutrisi optimal. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja berdasarkan pertimbangan bahwa kelompok tani Tungku Mose masih eksis dan masih melakukan praktek integrasi antara pertanian dan peternakan sesuai dengan tujuan penelitian. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data, yaitu data primer dan data sekunder. Analisis data menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan petani di Kelompok Tani Tungku Mose terhadap penggunaan pakan pellet untuk ternak babi grower masih tergolong sedang hingga rendah. Sebagian besar petani berada pada usia produktif (37–42 tahun) dan memiliki pengalaman beternak lebih dari 10 tahun, namun masih menerapkan metode konvensional yang diperoleh secara turun-temurun. Tingkat pendidikan yang didominasi lulusan SD (64%), skala usaha ternak yang kecil (80% memiliki 1–3 ekor), serta minimnya akses terhadap pelatihan dan penyuluhan menjadi faktor utama yang menghambat adopsi inovasi pakan modern seperti pellet.

 

Downloads

Published

2025-07-01