ANALISIS KOMPARATIF SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN SUMBA TIMUR MENGGUNAKAN PENDEKATAN LQ DAN DLQ

Authors

  • Martini Ndamunamu BRIDA KABUPATEN SUMBA TIMUR

Keywords:

PDRB, Location Quotient, Dynamic Location Quotient, Sumba Timur

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis sektor pertanian di Kabupaten Sumba Timur dibandingkan dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur menggunakan pendekatan Location Quotient (LQ) dan Dynamic Location Quotient (DLQ). Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik yaitu data Produk Domestik Bruto Regional (PDRB) menurut lapangan usaha Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) 2010 untuk periode 2015-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur ekonomi di Kabupaten Sumba Timur terdapat pada sektor sekunder yaitu konstruksi  (LQ= 1.22 dan DLQ =3.23) dan sektor tersier yaitu jasa pendidikan. (LQ= 1.58 dan DLQ =3.48). Sektor pertanian menunjukkan nilai LQ sebesar 0.85 dan nilai DLQ sebesar 1.04, yang berarti bahwa sektor ini bukan sektor basis namun prospektif.  Nilai LQ< 1, kondisi ini memberikan informasi bahwa sektor pertanian hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam wilayah dan belum mampu mengekspor hasil produksinya keluar wilayah Kabupaten Sumba Timur. Nilai DLQ> 1, kondisi ini menegaskan bahwa potensi perkembangan sektor pertanian di Kabupaten Sumba Timur lebih cepat dibandingan dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur sehingga sektor ini masih bisa diharapkan menjadi sektor unggulan di masa yang akan datang bagi Kabupaten Sumba Timur. Rekomendasi kebijakan diarahkan untuk memperkuat pertanian berbasis teknologi, peningkatan pengelolaan lahan kering, manajemen pasca panen hingga pendistribusian hasil pertanian.

Downloads

Published

2026-06-17