STRATEGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KOPI ROBUSTA DI KELOMPOK TANI KUDI DI DESA NDOSO

Authors

  • yosefina hanul universitas katolik indonesia santu paulus ruteng
  • Maria Salestina Ngoni Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Maryance Vivi Murnia Bana Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng

Keywords:

analisis SWOT, Strategi Peningkatan, QSPM

Abstract

Kopi (Coffea sp.) merupakan komoditas perkebunan yang sangat digemari oleh semua masyarakat mulai dari berbagai kalangan seperti remaja, dewasa dan orangtua. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi yang diterapkan Kelompok Tani Kudi di Desa Ndoso Kabupaten Manggarai Barat untuk meningkatkan produktivitas kopi robusta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif yang diperoleh melalui wawancara, dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitan ini adalah analisis SWOT untuk mengidentifikasikan kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman, serta Quantitative Strategic Planning Matrikx (QSPM) untuk memperioritaskan strategi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam strategi yang diterapkan Kelompok Tani Kudi dapat dilihat dari faktor internal yang terdapat lima kekuatan (strength), dan terdapat lima kelemahan (Weaknesess), dengan skor yang diperoleh dari IFAS 2,61 yaitu untuk kekuatan sebesar 1,48, untuk kelemahan dengan skor sebesar 1,13. Untuk faktor eksternal terdapat lima peluang (Opportunity), dan lima ancaman (Threats), skor yang diperoleh dari EFAS 2,93 yaitu peluang sebesar 1,49 dan ancaman sebesar 1,44. Dengan demikian diagram SWOT yang dianalisis menunjukan bahwa strategi yang dijalankan oleh kelompok tani kudi berada pada posisi kuadran I (positif, positif) yang artinya strategi disarankan atau direkomendasikan untuk melakukan strategi pertumbuhan dengan memanfaatkan kekuatan untuk memperoleh keuntungan dari peluang. Sehingga dukungan dan bantuan permodalan  dari pemerintah desa dan perbankkan menjadi modal awal dan membangun mitra dengan perguruan tinggi bagian pertanian juga menjadi peluang bagi kelompok tani kudi untuk keberlanjutan usaha dari kelompok tani Kudi dengan total TAS (5,88). Perioritas kedua yaitu: Kelompok tani Kudi memiliki pengetahuan yang memadai tentang budidaya kopi robusta, didukung oleh pengalaman langsung dari anggota dalam membudidaya kopi tersebut, ketersediaan bibit lokal memudahkan memudahkan kelompok tani Kudi perbanyak tanaman kopi, kelompok tani Kudi memiliki peluang untuk mendapatkan bantuan bibit dari pemerintah dan tersedianya pelatihan budidaya dan agribisnis kopi sehingga bisa meningkatkan produktivitas kopi kopi robusta dengan total TAS (4,70).

Additional Files

Published

2026-02-05