STRATEGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS CABAI KERITING DI KELOMPOK WANITA TANI MANDIRI DI DESA GOLO PUA KECAMATAN KUWUS KABUPATEN MANGGARAI BARAT
Keywords:
Produktivitas, Cabai Keriting, KWT, SWOT, QSPMAbstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh Produktivitas cabai keriting pada KWT yang belum maksimal di Desa Golo Pua, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat cenderung fluktuatif. Hal ini disebabkan salah satunya oleh faktor sumber daya manusia (SDM) petani yang masih rendah dalam pengetahuan dan keterampilan teknologi budidaya cabai secara intensif. Tujuan yang dicapai untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi peningkatan produktivitas cabai keriting di kelompok wanita tani di Desa Golo Pua, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat. Bagaimana strategi untuk meningkatkan produktivitas ayam keriting di kelompok wanita tani mandiri, di Desa Golo Pua, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, populasi 50 responden, sampel 30 responden, teknik pengumpulan data 1) wawancara 2)observasi 3) dokumentasi jenis data primer sekunder, uji validitas dan reabilitas, tekinik analisis data mengunakan analisis SWOT dan QSPM. Hasil nalisis SWOT kuantitatif, nilai selisih faktor internal menunjukkan bahwa kekuatan (1,22) lebih besar dari kelemahan (0,71), sehingga menghasilkan selisih sebesar 0,25. Sementara itu, pada faktor eksternal, peluang (1,36) lebih besar dibandingkan ancaman (1,12), menghasilkan selisih sebesar 0,12). Setelah diplot ke dalam diagram kuadran SWOT yang Anda lampirkan, titik koordinat kelompok strategi berada pada kuadran I (positif, positif) dengan posisi mendekati nilai S 0,25 dan O 0,12. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok Wanita Tani Mandiri berada dalam posisi strategis agresif, yang berarti kelompok berada dalam situasi yang sangat menguntungkan. Strategi terbaik yang dapat diterapkan dalam kondisi ini adalah strategi pertumbuhan (Growth Strategy), yaitu dengan mengoptimalkan kekuatan internal yang dimiliki untuk memanfaatkan peluang eksternal secara maksimal.1. Strategi yang terencana dan terstruktur sangat penting dalam mendukung optimalisasi hasil panen cabai di Kelompok Wanita Tani. Melalui pendekatan strategi Strength–Opportunity (S–O), dengan memanfaatkan kekuatan internal Kelompok Wanita Tani memiliki sejumlah kekuatan dan peluang yang saling mendukung dalam pengembangan usaha tani cabai. Kegiatan pelatihan atau pelatihan yang rutin dilakukan oleh penyuluh membantu anggota kelompok meningkatkan keterampilan budidaya secara bertahap,sehingga produktivitas cabai keriting dapat terus ditingkatkan dari waktu ke waktu. Peningkatan kapasitas ini membuka peluang yang lebih besar bagi kelompok untuk mengelola usaha secara lebih profesional dan terarah. Selain itu, ketersediaan lahan untuk ekspansi budidaya masih cukup luas, sehingga kelompok memiliki kesempatan untuk merencanakan perluasan skala produksi secara berkelanjutan
