PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PENGEMBANGAN KULTUR SEKOLAH

  • Rudolof Ngalu STKIP Santu Paulus Ruteng

Abstrak

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji tentang pendidikan karakter melalui pengembangan kultur sekolah. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kegelisahan tentang pelaksanaan pendidikan karakter yang sudah dikembangkan dalam pendidikan nasional selama satu dekade terakhir ini, tetapi belum menunjukan hasil yang optimal. Salah satu hal yang ditengarai menjadi penyebabnya adalah karena implementasi pendidikan karakter yang berjalan secara parsial dan berfokus pada pembelajaran di kelas saja. Padahal, implementasi pendidikan karakter di sekolah harus bersifat komprehensif. Artinya program itu harus ditunjang oleh kegiatan di luar kelas yang meliputi program kokurikuler, ekstrakurikuler, dan pengembangan kultur sekolah. Pendidikan karakter melalui pengembangan kultur sekolah dijalankan dalam dua pendekatan, yaitu pendekatan struktural dan pendekatan kultural. Pendekatan struktural bercorak dasar komando dan bersifat mewajibkan secara formal. Pendekatan ini berguna untuk menata atau menstrukturisasi sikap, perilaku, dan kehidupan warga sekolah dalam jangka pendek. Sementara pendekatan kultural menekankan pada aspek transmisi dan penanaman nilai-nilai kultural melalui agitasi, motivasi, pembiasaan/habituasi, dan peneladanan yang dalam jangka panjang akan mampu menggerakkan perubahan secara mantap. Pelaksanaan pendidikan karakter berbasis kultur sekolah ini diterapkan dengan menggunakan strategi pemodelan (modeling), pengajaran (teaching), dan penguatan lingkungan (reinforcing).

Diterbitkan
2019-01-01