Peningkatan Bahasa Ekspresif Anak Usia Dini Melalui Metode Bercerita Menggunakan Boneka Tangan
Keywords:
Expressive Language; Storytelling Method; Hand Puppets; Early ChildhoodAbstract
Kemampuan bahasa ekspresif merupakan fondasi penting bagi anak usia dini dalam berkomunikasi dan membangun interaksi sosial. Namun, capaian perkembangan tersebut sering kali belum optimal, terutama dalam konteks pembelajaran yang kurang interaktif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan kemampuan bahasa ekspresif anak usia 5–6 tahun melalui metode bercerita menggunakan boneka tangan berbasis konteks lokal di PAUD Fyllano Mbohang. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi metode bercerita dengan media boneka tangan yang dirancang secara kontekstual sesuai dengan karakteristik anak dan lingkungan sosial budaya setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah delapan anak. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif berbasis persentase capaian perkembangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan bahasa ekspresif anak. Pada tahap pratindakan, hanya 12,5% anak mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Persentase tersebut meningkat menjadi 50% pada Siklus I dan mencapai 87,5% pada Siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan boneka tangan dalam metode bercerita tidak hanya meningkatkan partisipasi anak, tetapi juga menstimulasi kemampuan ekspresif melalui interaksi simbolik dan kontekstual. Dengan demikian, media boneka tangan berbasis konteks lokal dapat menjadi strategi pedagogis inovatif dalam pengembangan bahasa anak usia dini
