HUBUNGAN POLA ASUH DAN POLA KONSUMSI MAKANAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-60 BULAN DI WILAYAH PUSKESMAS KETANG

Authors

  • Sesilia Gratia hambura UNIKA St. Paulus Ruteng
  • Yuliana Suryati UNIKA St. Paulus Ruteng
  • Fransiskus X. Meku UNIKA St. Paulus Ruteng

DOI:

https://doi.org/10.62735/jnn.v1i1.2225

Keywords:

Pola Asuh, Pola Konsumsi Makanan, Stunting

Abstract

Latar Belakang: stunting adalah suatu kondisi anak balita dengan nilai z-scorenya kurang dari -2 Standar Deviasi (stunted) dan kurang dari -3 Standar Deviasi (severely stunted). Intervensi upaya percepatan pencegahan stunting di Kecamatan Lelak sudah dilakukan dengan memonitoring sekaligus menganalisa masalah yang terjadi di desa. Namun, masih ada beberapa indikator yang belum maksimal yang masih membutuhkan intervensi dan pembinaan, seperti pola asuh balita dan pola konsumsi makanan pada masyarakat.

Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dan pola konsumsi makanan terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di wilayah Puskesmas Ketang.

Metode: penelitian ini menggunakan metode retrospektif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu dari anak usia 24-60 bulan yang mengalami stunting di Wilayah Puskesmas Ketang, yang bertempat tinggal di desa Bangka Lelak dan desa Lentang berjumlah 70 anak. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Nonprobability Sampling yaitu Purposive Sampling. Jumlah sampel yang digunakan adalah sejumlah 60 responden. Variabel pola asuh dan pola konsumsi makanan diperoleh melalui kuesioner pola asuh dan Food Frequency Questionary (FFQ). Variabel kejadian stunting diperoleh melalui data hasil pengukuran tinggi badan dari Puskesmas Ketang.

Hasil: hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden memiliki pola asuh permisif sebanyak 36,7% dan pola konsumsi makanan sebanyak 86,7%. Sebagian besar responden memiliki anak dengan kategori pendek (stunted) yaitu sebanyak 70,0%. Hasil uji Rank Spearman diketahui bahwa, terdapat hubungan signifikan antara pola asuh terhadap kejadian stunting pada balita (p-value=0,000). Ada hubungan signifikan antara pola konsumsi makanan terhadap kejadian stunting pada balita (p-value=0,000). Hasil uji regresi logistic didapatkan nilai Odds Ratio (OR) pada pola asuh menunjukan anak yang memiliki ibu dengan pola asuh buruk beresiko 0,159 kali lebih besar mengalami stunting dibandingkan anak yang memiliki ibu dengan pola asuh baik. Pada pola konsumsi makanan, anak yang memiliki ibu dengan pola konsumsi makanan kurang, beresiko 0,043 kali lebih besar mengalami stunting dibandingkan anak yang memiliki ibu dengan pola konsumsi makanan baik.

Downloads

Published

2023-08-01