Metafora Antropomorfis dalam Wacana Ritual Bertani Atoin Meto
indonesia
Keywords:
metafora antropomorfis, Uab Meto, Atoin Meto, ritual bertaniAbstract
Artikel ini bertujuan mengungkap bentuk dan makna metafora antropomorfis dalam wacana ritual bertani budaya Atoin Meto. Penyediaan data dilakukan melalui teknik cakap, rekam dan catat. Data diolah ke dalam transkripsi fonemis-ortografis, lalu dianalisis dengan Metode padan, Metode agih, dan Metode introspeksi. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil bahwa metafora antropomorfis Uab Meto diciptakan Atoin Meto sebagai hasil interaksi kultural dan spiritual mereka dengan Uis Neno ‘Tuhan’, Uis Pah ‘Leluhur’, dan Pah Pinan ‘Alam’. AtoinMeto mempersonifikasi konsepUis Neno, Uis Pah, dan Pah Pinan seperti pribadi manusia yang memiliki anggota tubuh. Ada tiga bagian besar anggota tubuh manusia dalam metafora antropomorfis AtoinMeto, yakni kepala, badan, dan kaki. Secara umum, metafora antropomorfis pada ritual bertani terdiri atas dua bagian utama, yaitu ritual pembukaan lahan baru dan ritual panen. Metafora ini dipengaruhi oleh kepercayaan akan adanya tiga strata kekuasaan, yakni Uis Neno, Uis Pah, dan Pah Pinan. Salah satu data metafora pada ritual pembukaan lahan baru tampak pada frasenatuin Hit hanak Uis Neno ‘seturut firman Tuhan’, dan metafora pada ritual panen tampak pada fraseMnahat ma mninut sin human ‘sesajian’.