Kearifan Lokal Masyarakat Manggarai dalam Antologi Cerpen Perjalanan Mencari Ayam Karya Armin Bell: Kajian Antropologi Sastra
indonesia
Keywords:
kearifan lokal, cerpen, antropologi sastraAbstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kearifan lokal masyarakat Manggarai. Sumber data penelitian ini adalah antologi cerpen Perjalanan Mencari Ayam yang di dalamnya terdapat 9 (sembilan) teks cerpen. Pengumpulan data peneliti menggunakan teknik baca, catat, dan tabulasi. Analisis data dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pendekatan antropologi sastra digunakan untuk menjawab rumusan masalah penelitian ini, yaitu bagaimana kearifan lokal yang berkaitan sistem religi, pengetahuan, dan kesenian masyarakat Manggarai dalam antologi cerpen Perjalanan Mencari Ayam karya Armin Bell? Berdasarkan hasil kajian, sistem religi dalam antologi cerpen yakni masyarakat Manggarai mayoritas beragama Katolik dan tetap mempertahankan kepercayaan nenek moyang di antaranya percaya pada dukun, memberikan persembahan, dan melakukan ritual khusus upacara adat. Sistem pengetahuan dalam antologi cerpen, masyarakat Manggarai tetap konsisten dengan pengetahuan ritual toka usang, menolak bala, tuak sebagai minuman khas, wujud tertinggi (Mori Kraéng), dan istilah wéndo dan kawing kampong. Kearifan lokal berkaitan kesenian, yakni kesenian daerah Manggarai masih mempertahankan ciri khas dan sifat tradisional, di antaranya alat musik Manggarai gong dan gendang, kerajinan tangan songké dan déstar serta sastra Manggarai yaitu go'et.