Kesantunan Berbahasa Manggarai dalam Tuturan Upacara Adat Hang Rani

indonesia

Authors

  • Yoakim Jekson Kebol Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus

Keywords:

bahasa Manggarai, kesantunan berbahasa, tuturan, upacara Hang Rani

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memerikan dan menjelaskan wujud bentuk dan peringkat kesantunan tuturan bahasa Manggarai dalam upacara adat Hang Rani (makan padi baru) Metode yang digunakan dalam dalam penelitian ini adalah metode pengamatan yang dilakukan dengan teknik nonreactive dan strategi yang digunakan berupa keterlibatan peneliti secara langsung dalam kegiatan upacara adat Hang Rani. Objek pengamatan adalah tuturan dalam tindak tutur yang dihasilkan dalam peristiwa tutur Hang Rani.Kesantunan berbahasa Manggarai dalam tuturan upacara adat Hang Rani dilakukan dengan menganalisis kalimat-kalimat permohonan yang digunakan dalam tuturan tersebut.Kesantunan berbahasa Manggarai dalam tuturan upacara adat Hang Rani dianalisis berdasarkan teori kesantunan Ramlan dan skala Leech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kalimat permohonan yang digunakan dalam upacara Hang rani dikategorikan santun sebagaimana Ramlan, yaitu  menggunakan bentuk penghalus  Io dan menggunakan kata-kata tegi ‘ minta’, teing ‘beri’, dan nahe ‘semoga’.  Sementara dengan menggunakan skala Leech, kalimat permohonan dalam tuturan upacara Hang Rani  dikategorikan santun karena  tuturan tersebut lebih didasarkan pada penyerahan diri dan diterima tidaknya permohonan tersebut diserahkan kepada Tuhan dan leluhur, memberikan opsi yang lebih banyak kepada Tuhan dan leluhur, serta penyampaiannya secara tersirat dan tidak langsung.

Published

2020-07-31