Refleksif dalam Bahasa Manggarai
Keywords:
refleksi, bahasa ManggaraiAbstract
Kajian refleksif dalam bahasa Manggarai merupakan kajian sintaksis yang bertujuan untuk memerikan fenomena refleksif, menjelaskan sistem konstruksi refleksif, dan menguji realisasi konstruksi refleksi dalam bahasa Manggarai dengan Government and Binding Theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bentuk refleksif bahasa Manggarai ditunjukkan oleh bentuk weki ‘ diri’yang ditambah posesor ru ‘sendiri’yang berasal dari penanda persona untuk refleksif yang merujuk kepada orang pertama tunggal maupun jamak, (2) bentuk refleksif bahasa Manggarai dapat dijelaskan berdasarkan relasi fungsional yaitu(a) secara semantis peran pelaku berupa pronomina berhubungan dengan predikator yang membatasi perbuatan/ tindakan yang dialami oleh penerima atau pasien;(b) secara fungsi sintaksis menggambarkan relasi subjek dan objek menjadi berkoreferensial yang sangat bergantung kepada jenis verba sebagai predikat yaitu verba transitif; dan (c) secara pragmatis refleksif sesuai kebutuhan satuan informasi yang diperlukanoleh pembicara untuk dipahami pendengar dengan tetap menjaga kekoferensialan subjek/agen dengan objek/pasien; (3) prinsip refleksif bahasa Manggarai berdasarkan teori GB, dapat dikatakan bahwa konstruksi refleksif bahasa Manggarai antara subjek dan objek berkoreferensialyaitu obejk merujuk kepada subjek dalam ranah minimal dan antiseden yang dirujuk lebih tinggi dari refleksif.