Kontribusi Teenlit dan Fiksi Sains untuk Pendidikan Karakter Pemelajar
Keywords:
teenlit, fiksi sains, pendidikan karakter, pemelajarAbstract
Artikel ini bertujuan menelaah kontribusi teenlit dan fiksi sains untuk pendidikan karakter pemelajar. Teenlit merupakan genre novel remaja dengan fokusnya ialah “rekam kenyataan” kehidupan remaja perkotaan. Istilah perkotaan dalam hal ini tidak sekadar menunjuk pada kota dalam arti harafiah melainkan kota dalam arti peradaban. Fiksi ilmiah, tidak lain, adalah produksi karya sastra yang memanfaatkan kolaborasi teknologi. Kedua genre sastra itu ditelaah penulis dengan memanfaatkan studi pustaka. Sumber data kajian ini ialah dokumen primer dan sekunder. Dokumen primer kajian ini ialah teenlit Rahasia Bintang dan fiksi ilmiah “Surrogates”, sedangkan dokumen sekunder yang dimanfaatkan penulis ialah buku-buku kanon, artikel-artikel jurnal, dan dokumen-dokumen kurikulum. Metode pengumpulan data kajian ini adalah metode simak yang diterapkan melalui teknik baca, dengar, dan catat. Dalam analisis data digunakan metode analisis isi yang diterapkan melalui teknik heuristik dan hermenutika. Hasil kajian ini menunjukkan dua hal. Pertama, teenlit dan fiksi sains merupakan dua genre sastra populer yang diproduksi dan dikonsumsi hanya pada masanya. Artinya, keduanya digemari hanya pada saat terbit atau launching. Kedua, teenlit dan fiksi sains memiliki kontribusi dan relevansi dalam pembelajaran sastra di sekolah, terutama untuk pembentukan karakter pemelajar. Sebagai karya sastra yang pernah menghiasi dunia perbukuan dan perfilman, dalam praktik pembelajaran, guru bahasa dan sastra Indonesia perlu mengakomodasi kedua jenis genre ini untuk dapat memenuhi kebutuhan pemelajar secara kontekstual.