DESKRIPSIKEMAMPUAN BERBICARA PENUTUR ASINGLEVEL 0DENGAN MENGGUNAKAN MEANINGFUL-CHUNKS OF TEXTPADA MATERI SURVIVAL LANGUAGE
indonesia
Keywords:
Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA), Meaningful Chunks of Text (MCT), survival language, Level 0Abstract
Penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari oleh penutur asing merupakan tujuan utama dari proses pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Namun, adanya gap yang muncul di antara kemampuan pemelajar dengan kebutuhan berkomunikasi dalam situasi riil membuat pengajar diharuskan menciptakan materi yang dapat menjembatani kedua hal tersebut. Sebagai pengajar, bagaimana mereka harus membantu mengembangkan kemampuan pemelajar Korea dan materi dengan pendekatan yang bagaimana yang sesuai dengan keadaan mereka yang hanya memiliki waktu belajar yang singkat. Maka muncullah MCT. Meaningful-chunks of text (MCT) dijadikan jembatan untuk dapat mengatasi gap dari kemampuan pemelajar berbahasa ibu bahasa Korea, yang sama sekali tidak memiliki kemampuan dasar bahasa Indonesia, dan keharusan berkomunikasi di dalam setting natural. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah materi survival language dengan menggunakan pendekatan MCT dapat membantu meningkatakan kemampuan berkomunikasi dari para pemelajar Korea. Penelitian ini menggunakan metode observasi di beberapa tempat umum seperti restoran, kafe, pasar tradisional, dan pusat perbelanjaan BIPA. Observasi dilakukan peneliti setelah peneliti menciptakan kelas bahasa, hal mana para pemelajar Korea dibekali materi survival language berupa MCT sehingga pemelajar tidak membutuhkan waktu yang panjang untuk dapat berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa pembelajaran BIPA menggunakan MCT dapat meningkatakan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia para pemelajar berbahasa Korea dalam lingkungan riil. Materi survival language dengan pendekatan MCT dirasa dapat membantu pemelajar Korea dalam berkomunikasi dengan sederhana di dalam situasi yang riil. Dengan materi ini juga mereka memiliki pengetahuan bahasa Indonesia yang cukup walaupun hanya belajar dalam waktu yang sangat singkat.