Eksistensi Perempuan Dalam Novel Balada Supri Karya Mochamad Nasrulah: Kajian Feminisme

Authors

  • Priska Filomena Iku Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Oktaviani Carolina Asna

Keywords:

eksistensi, perempuan, novel

Abstract

Latar Belakang dalam penelitian  ini adalah  untuk mengetahui bentuk-bentuk perlawanan tokoh perempuan sebagai wujud eksistensi, seperti perjuangan perempuan yang membuat para pembaca bisa merasakan secara langsung sebuah perjuangan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur pembangun novel   Balada Supri karya Mochamad Nasrullah dan mendeskripsikan bentuk-bentuk perlawanan tokoh perempuan sebagai wujud eksistensi dalam   novel   Balada Supri karya Mochamad Nasrulah.Teori eksistensi dalam penelitian ini menggunakan teori dari (Beauvior,1989) orang menganggap bahwa perempuan hanya objek untuk mencetak anak. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif   sebagai   pendekatan   metedologis   dan   pendekatan   feminis   sebagai pendekatan teoritis. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data  sekunder, sedangkan  data  yang  digunakan dalam penelitian ini berupa kata, ungkapan, dan kalimat mengenai fakta-fakta cerita mengenai aspek eksistensi perempuan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode baca dancatat. Ada pun   analisis   data   yang   digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Content Analysis atau analisis isi. Hasil Penelitian (1) Unsur Intrinsik Novel: Tema dalam novel ini adalah perjuangan. Tema  di gambarkan  dengan  jelas    melalui  kehadiran  tokoh  utama yang  bernama  Djoko  Tole. Djoko  Tole  berjuang  melawan  para  perompak  demi menyelamatkan  istri  dan  anaknya Tokoh-tokohnya Djoko  Tole, Djoko  Telu, Supri Kumbang, Istri   Djoko   Tole, Supri   Burung, Angsa   Jelita, Angsa   Mei, Sukianti, Letnan   Dongkel,Nenek, Nelayan,Sinar   Jaya, Nur   Ipeh,   Joni   Garjeng.Latar tempat(Rumah  dan  Pesisir  Pantai),  Latar  Waktu  (pagi dan malam), Latar suasana adalah   kesedihan. Alur   ceritanya tergolong   alur Campur. Sudut   pandang   novel menggunakan sudut pandang orang ketiga.  Pesan atau Amanatnya Manusia tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa. (2) Eksistensi perempuan dalam novel terkait Keperawanan Perempuan, Perempuan Cerewet, dan Perempuan  yang  harus dilindungi oleh lelaki.

Downloads

Published

2025-07-31