Manajemen Pemeliharaan Untuk Meningkatkan Kualitas Ternak Babi
DOI:
https://doi.org/10.36928/jpa.v1i1.1920Keywords:
Manajemen Pemeliharaan, Produktivitas, Ternak BabiAbstract
Daging babi merupakan jenis makanan yang bergizi yang sangat popular di kalangan masyarakat khususnya di NTT yang bermafaat sebagai sumber protein hewani. Hampir seluruh masyarakat di NTT dapat mengkonsumsi daging babi. Selain untuk memenuhi kebutuhan akan protein hewani, ternak babi juga banyak dikembangkan di NTT untuk pemenuhan kebutuhan adat-isitiadat. Hal ini berlaku juga di Manggarai, salah satu kabupaten yang ada di NTT. Namun dalam pemeliharaannya, masyarakat di Manggarai masih menggunakan pola pemeliharaan tradisional sehingga belum memaksimalkan potensi lokal yang ada dan hal ini berdampak pada produktivitas ternak babi yang kurang maksimal. Manajemen pemeliharaan yang baik penting untuk diperhatikan dan dilakukan agar hasil produksi ternak babi dapat tercapai secara maksimal. Artikel ini disusun dari berbagai sumber jurnal ilmiah bereputasi, non reputasi, dan terakreditasi yang membahas tentang manajemen pemeliharaan ternak babi. Pemilihan bibit yang baik merupakan langkah awal keberhasilan suatu usaha peternakan. keberhasilan di dalam usaha ternak babi adalah juga sangat tergantung kepada pemeliharaan induk dan pejantan yang memiliki sifat-sifat baik. Seleksi berarti memilih hewan ternak yang bernilai tinggi, yakni memilih babi-babi yang menguntungkan. Selain pemilihan bibit, pemberian pakan pun harus diperhatikan dalam manajemen pemeliharaan ternak babi. Dengan demikian, maka peningkatan kualitas dan produktivitas yang maksimal dari ternak babi dapat tercapai.