PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DAN GLOBALISASI: UNTUK PROFIT ATAU CULTIVATING HUMANITY?

Authors

  • Felix Baghi Universitas St. Thomas Manila, Filipina

DOI:

https://doi.org/10.36928/jpkm.v7i2.654

Keywords:

pendidikan multikultural, globalisasi, pedagogi dialektika

Abstract

Keterbukaan terhadap yang lain  hanya mungkin kalau orang saling belajar dengan menatap ke depan, memandang setiap keberlainan dengan cita rasa kemanusiaan yang kaya makna, penuh empati. Yang  Lain dalam konteks tanggung jawab etis yang asimteris (Levinas), dalam terang hubungan interpersonal yang mutual (Paul Ricoeur) dan dalam kesanggupan mengantisipasi kemustahilan kedatangan yang lain, suatu antisipasi yang membutuhkan keberanian untuk menghadapi segala situasi yang tidak dapat diduga sebelumnya (Jacques Derrida). Oleh karena itu, pendidikan yang adekuat untuk hidup dalam suatu iklim demokrasi yang pluralistik  adalah pendidikan yang multikultural. Pendidikan multikutural mengajarkan anak didik untuk mengenal dan terbuka terhadap  kisah dan narasi hidup serta kultur  kelompok yang lain, baik dari dimensi religius, etnis, ekonomis, politis dan gender. Dalam dimensinya yang global, pendidikan multikultural membutuhkan kontribusi interaktif dari pengetahuan sejarah, geografi, studi kebudayaan yang interdisipliner, sejarah hukum dan sistim politik serta studi-studi keagamaan. 

Downloads

Published

2015-07-28

How to Cite

PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DAN GLOBALISASI: UNTUK PROFIT ATAU CULTIVATING HUMANITY?. (2015). Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Missio, 7(2), 178-187. https://doi.org/10.36928/jpkm.v7i2.654