Koartikulasi dalam Bahasa Manggarai: Kajian Fonologi Generatif

  • Yuliana Jetia Moon Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Marcelus Ungkang Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
Keywords: koartikulasi, bahasa Manggarai, kajian fonologi generatif

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan sistem koartikulasi dalam bahasa Manggarai. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif yang bersumber dari fonologi generatif. Teknik penyediaan data dengan metode observasi. Metode observasi akan dipadukan dengan metode rekam dan catat. Analisis data dilakukan dengan cara dilakukan dengan cara mengelompokan data bahasa berdasarkan gelaja koartikulasi. Data-data yang sama disatukan. Berdasarkan data-data yang muncul kemudian ditarik kesimpulan tentang kesamaan gelaja. Berdasarkan kesamaan gejalan disusun aturan tata bahasa fonologi khususnya koartkusainya. Ditemukan terdapat gejala labialisasi, gejala nasalisasi, bunyi kontoid, dan glotalisasi. Labialisasi adalah proses pelabialan, yaitu proses saat posisi bibir membulat sehingga pada bunyi utama terdengar bunyi labial [w]. Gejala labialisasi terjadi pada fonem vokal yang berdekatan namun bukan diftong. Terdapat kata asli dengan bunyi kontoid, seperti mburuk, mboas, mbolot, mbilek, mbekot. Terdapat bunyi glotalisasi adalah proses penyertaan bunyi hambat pada glotis (pada saat glotis tertutup rapat) sewaktu artikulasi primer berlangsung.

References

Ayatrohaedi. (1983). Dialektologi Sebuah Pengantar. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Chaer, A. (2009). Fonologi Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Kenstowicz, M. & Kissenbert, C. (1979). Generative Phonology. Orlando: Academic Press. Inc.

Newmeyer, F. J. (1996). Generative Linguistics: A Historical Perspective. London: Routledge 11 New Fetter Lane.

Richards, J. C., Platt, J., & Platt, H. (1992). Longman Dictionary of Languange Teaching and Applied Linguistics. England: Longman Group UK Limited.

Samsuri. (1988). Aliran-aliran Linguistik Abad XX. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Wahab, A. (2005). Butir-butir Linguistik. Surabaya: Air Langga University Press.

Suparsa, I N., dkk. (2009). “Fonologi Bahasa Rongga: Sebbuah Kajian Transformasi Generatif; dan Penelitian”. E-Journal of Linguistics. Vol. 3.1 Januari No. 1.

Jalbi, I. (2019). “Menjaga Vitalitas Bahasa Benggaulu, Merawat Kebinekaan Bahasa”. Prosiding. Jakarta: Kemendikbud.

Jeladu, K. (2015). “Konstruksi Pasif Bahasa Manggarai: Sebuah Analisis Leksikal Fungsional.” Retorika: Jurnal Ilmu Bahasa, Vol. 1, No. 1 April 2015.

Published
2020-07-31
How to Cite
Moon, Y. J., & Ungkang, M. (2020). Koartikulasi dalam Bahasa Manggarai: Kajian Fonologi Generatif. PROLITERA: Jurnal Penelitian Pendidikan, Bahasa, Sastra, Dan Budaya, 3(1), 22-28. https://doi.org/10.36928/jpro.v3i1.460
Section
Articles