Simbol Verbal Fonologi dalam Tuturan Ritual Hambor Haju Masyarakat Todo-Manggarai

  • Gregorius Raru Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, STKIP Santu Paulus Ruteng
Keywords: tuturan ritual Hambor Haju, imajeri, simbol verbal, masyarakat Manggarai

Abstract

Penelitian ini mengkaji simbol verbal Fonologi dalam “Tuturan Ritual Hambor Haju pada Masyarakat Todo-Manggarai”. Hambor Haju merupakan ritual tradisional yang mengandung aspek fonologis. Penelitian yang berlokasi di kampung Todo kabupaten Manggarai Manggarai, Flores, NTT ini bersifat kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui pengamatan, wawancara, studi dokumentasi, penyimakan, perekaman, dan pencatatan. Hasil analisis data dilaporkan secara informal, dideskripsikan secara verbal. Analisis dalam penelitian ini dipandu oleh sejumlah teori dan paradigma linguistik. Dalam penelitian ini ditemukan (1) pilar-pilar estetik tuturan ritual Hambor Haju yang meliputi paralelisme dan metafora; (2) simbol-simbol verbal tuturan ritual Hambor Haju, yang mecakup aspek gramatika, gaya bahasa, dan skenario wacana; (3) fungsi dan makna tuturan ritual Hambor Haju, yang mencakup: (a) fungsi dan makna yang berkaitan dengan Tuhan dan roh; (b) fungsi dan makna yang berkaitan dengan persatuan dan kerukunan; (c) fungsi dan makna yang berkaitan dengan ketaatan terhadap leluhur; (d) fungsi dan makna yang berkaitan dengan ketakutan, kecurigaan, kecemasan dalam hidup bermasyarakat; (e) fungsi dan makna yang menyatakan permohonan agar terhindar dari halangan; (f) fungsi dan makna yang menyatakan permohonan agar manusia dan ternak terhindar dari penyakit; dan (g) fungsi dan makna yang berkaitan dengan harapan akan kedamaian dan kesejahteraan hidup.

References

Erb, Meribeth. (1999). The Manggaraians, Guide to Traditional Life Styles. Malaysia: Times Editions.

Erom, Kletus. (2014). “Pengantar Teori Linguistik Kebudayaan” – diterjemahkan dari Toward A Teory of Cultural Linguistics, by Palmer. Kupang: Universitas Nusa Cendana.

Erom, Kletus.( 2014). “Penggunaan Nama Samaran pada Masyarakat Manggarai dalam Perspektif Linguistik Kebudayaan” (Artikel). Kupang: Bianglala PPS Linguistik Undana Vol 2.

Fearn, Nicholas. (2009). Cara Mudah Berfilsafat: Mudah dan Menghibur. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Hardiman, Budi F. (2007). Filsafat Modern, dari Machiavelli sampai Nietzsche. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Foley, William. (1997). Anthropological Linguistics: An Introduction. Oxford-UK: Blackwell Publishers, Ltd.

Fox, James J. (1986). Bahasa, Sastra dan Sejarah: Kumpulan Karangan mengenai Masyarakat Pulau Roti. Jakarta: Djambatan.

Kridalaksana, Harimurti. (1984). Kamus Linguistik. Edisi Kedua. Jakarta: Penerbit PT. Gramedia.

Liliweri, Alo. (2014). Pengantar Studi Kebudayaan. Bandung: Penerbit Nusa Media.

Machsun. (2005). Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Moleong, Lexy J. (1990). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Ola, S. Sabon. (2005). Tuturan Ritual dalam Konteks Perubahan Budaya Kelompok Etnik Lamaholot di Pulau Adonara Flores Timur (Disertasi). Denpasar: Universitas Udayana.

Sende, Markus. (2012). “Nilai Keadilan dan Kejujuran dalam Syair Lagu Sanda pada Masyarakat Ranameti-Kabupaten Manggarai Timur” (Skripsi). Kupang: FFA UNWIRA.

Published
2018-07-31
How to Cite
Raru, G. (2018). Simbol Verbal Fonologi dalam Tuturan Ritual Hambor Haju Masyarakat Todo-Manggarai. PROLITERA: Jurnal Penelitian Pendidikan, Bahasa, Sastra, Dan Budaya, 1(1), 16-31. https://doi.org/10.36928/jpro.v1i1.470
Section
Articles