Kesantunan Berbahasa Manggarai dalam Tuturan Upacara Adat Hang Rani

  • Yoakim Jekson Kebol Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
Keywords: bahasa Manggarai, kesantunan berbahasa, tuturan, upacara Hang Rani

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memerikan dan menjelaskan wujud bentuk dan peringkat kesantunan tuturan bahasa Manggarai dalam upacara adat Hang Rani (makan padi baru) Metode yang digunakan dalam dalam penelitian ini adalah metode pengamatan yang dilakukan dengan teknik nonreactive dan strategi yang digunakan berupa keterlibatan peneliti secara langsung dalam kegiatan upacara adat Hang Rani. Objek pengamatan adalah tuturan dalam tindak tutur yang dihasilkan dalam peristiwa tutur Hang Rani.Kesantunan berbahasa Manggarai dalam tuturan upacara adat Hang Rani dilakukan dengan menganalisis kalimat-kalimat permohonan yang digunakan dalam tuturan tersebut.Kesantunan berbahasa Manggarai dalam tuturan upacara adat Hang Rani dianalisis berdasarkan teori kesantunan Ramlan dan skala Leech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kalimat permohonan yang digunakan dalam upacara Hang rani dikategorikan santun sebagaimana Ramlan, yaitu  menggunakan bentuk penghalus  Io dan menggunakan kata-kata tegi ‘ minta’, teing ‘beri’, dan nahe ‘semoga’.  Sementara dengan menggunakan skala Leech, kalimat permohonan dalam tuturan upacara Hang Rani  dikategorikan santun karena  tuturan tersebut lebih didasarkan pada penyerahan diri dan diterima tidaknya permohonan tersebut diserahkan kepada Tuhan dan leluhur, memberikan opsi yang lebih banyak kepada Tuhan dan leluhur, serta penyampaiannya secara tersirat dan tidak langsung. 

 

References

Chaer, A. (2010). Kesantunan Berbahasa. Jakarta: Rineka Cipta.

Fisman, J.A. (1972). The Sociology of Language, dalam P. P. Giglioli. Language and Social Context. Harmondsworth Middlexes: Penguin Books.

Gunawan, A. (1994).”Kesantunan Negatif di Kalangan Dwibahasawan Indonesia-Jawa di Jakarta: Kajian Sosiopragmatik”. PELLBA 7. Jakarta: Lembaga Bahasa Unika Atma Jaya.

Hymes, D. (ed). (1964). Language in Cultural and Society. New York: Harper and RowPublisher.

Leech, G. (2011). Prinsip-prinsip Pragmatik. Terjemahan M.D.D.Oka. Jakarta: Penerbit
Universitas Indonesia

Moleong, L. J.(1993). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Ramlan, M. (1983). Ilmu Bahasa Indonesia : Sintaksis. Yogyakarta: U.P.Karyono

Rahardi, R.K. (2009). Pragmatik Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga

Sudaryanto. (1993). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa.Yogyakarta: Duta Wacana Press.

White, L A. and Beth D. (1973). The Concept of Culture. Burgess PublishingCompany.

Wuthnow, Robert. dkk. (1987). Cultural Analysis. London: Rout-leage & Kegan Paul.

Verheijen, J. A. J. (1990).” Manggarai MTexts Jilid XVI”. Ruteng: Pro vinsi SVD.
Published
2020-07-31
How to Cite
Kebol, Y. J. (2020). Kesantunan Berbahasa Manggarai dalam Tuturan Upacara Adat Hang Rani. PROLITERA: Jurnal Penelitian Pendidikan, Bahasa, Sastra, Dan Budaya, 3(1), 79-90. https://doi.org/10.36928/jpro.v3i1.626
Section
Articles