PENGENALAN ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) SEBAGAI BEKAL BAGI MAHASISWA ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN DALAM MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA

  • Suci Nur Utami Program Studi Agribisnis Universitas Muhadi Setiabudi
  • M. Dini Adita Program Studi Agribisnis Universitas Muhadi Setiabudi
Keywords: Break Even Point, mahasiswa, jiwa wirausaha

Abstract

Pengenalan Analisis Break Even Point (BEP) sebagai Bekal bagi Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan dalam Menumbuhkan Jiwa Wirausaha. Analisis Break Even Point (BEP) merupakan salah satu alat dalam analisis ekonomi yang dapat digunakan untuk menilai kelayakan suatu usaha. Usaha dinyatakan layak apabila nilai pendapatan bersih lebih besar dari nilai BEP. Visi Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan adalah “Pada tahun 2022 terwujudnya Program Studi yang Unggul dalam Menghasilkan Sarjana Profesional yang Berjiwa Food Technopreneur yang Berlandaskan Nilai-Nilai Religius”. Untuk mewujudkan visi tersebut,  mahasiswa harus dibekali dengan ilmu-ilmu yang terkait dengan kewirausahaan. Permasalahan yang dialami oleh mahasiswa semester 1 Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan adalah belum adanya mata kuliah bermuatan wirausaha atau bisnis. Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Mayarakat (PkM) ini adalah memberikan bekal materi kepada mahasiswa peserta kegiatan agar lebih siap dalam berwirausaha. Materi kegiatan dapat dijadikan acuan dalam menerima materi-materi kewirausahaan di semester selanjutnya. Hasil kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman mahasiswa peserta kegiatan terkait analisis BEP. Peningkatan pemahaman dapat dilihat dari hasil evaluasi kuesioner post-test yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman sebesar 69%. Peserta dapat mengetahui perhitungan dasar dalam penilaian kondisi suatu usaha. Kendala yang dihadapi adalah kurangnya komunikasi peserta dan media dalam kegiatan. Media tersebut berupa produk usaha peserta yang dinilai kondisinya. Rencana keberlanjutan kegiatan adalah peserta kegiatan dianjurkan untuk membuat sebuah rencana usaha akan dibahas dan dievaluasi pada kegiatan selanjutnya, mengadakan pertemuan rutin dan insidental untuk membahas permasalahan yang dihadapi peserta dalam membuat sebuah rencana usaha, dan pendampingan bagi mahasiswa yang telah mempunyai usaha. Pendampingan dapat berupa pemberian label dalam kemasan produk, peningkatan desain kemasan, pendampingan pendaftaran ijin usaha, dan peningkatan media pemasaran bagi produk tersebut.

 

References

Cempaka, Mega Dutha dan Ratna Komala Dewi dan A.A.A Wulandira SDJ. 2016. “Analisis Break Even Point Penjualan Pupuk Organik (Studi Kasus Simantri 174 Gapoktan Dharma Pertiwi di Kabupaten Badung, Provinsi Bali)”. E-Jurnal Agribisnis dan Agrowisata 5 (1). Universitas Udayana.

Hasdar, M. Melly Fera, M. Dini Adita. 2018. “Peningkatan Pengetahuan dan Skill Bisnis Calon Wirausahawan Muda di SMK Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian (TPHP) di Warungpring Kabupaten Pemalang”. Proceeding Seminar Nasional Kolaborasi Pengabdian pada Masyarakat 1 (1).

Munawir, S. 2004. Analisa Laporan Keuangan. Liberty: Jakarta.

Retnaningsih, N. 2013. “Analisis Break Even Point (BEP) dan Profitabilitas Usaha Roti pada “Ganep Bakery’ di Surakarta”. Widyatama 1 (22) : 55 – 63.

Vivin U, Dzulkirom AR, Raden R. 2016. “Analisis Break Even Point sebagai Alat Perencanaan Penjualan pada Tingkat Laba yang Diharapkan (Studi Kasus pada Perhutani Plywood Industri Kediri Tahun 2013-2014)”. Jurnal Administrasi Bisnis no 35 (1).

Wahyudin, A. A Yulianto. B Solikhah. 2018. “Membangun Kemajuan Usaha Kecil di Kelurahan Pakintelan”. Proceeding Seminar Nasional Kolaborasi Pengabdian pada Masyarakat 1 (1): 1-5.
Published
2019-01-21
How to Cite
Suci Nur Utami, & M. Dini Adita. (2019). PENGENALAN ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) SEBAGAI BEKAL BAGI MAHASISWA ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN DALAM MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA. Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 54-60. Retrieved from https://jurnal.unikastpaulus.ac.id/index.php/jrt/article/view/282