INTERFERENSI BAHASA IBU PADA BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VII SMPN 3 LANGKE REMBONG TAHUN AJARAN 2021/2022
Keywords:
interferensi, bahasa ibu, fonologi, morfologi, sintaksisAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan faktor-faktor penyebab interferensi bahasa ibu terhadap Bahasa Indonesia siswa kelas VII SMPN 3 Langke Rembong tahun ajran 2021/2022. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yakni percakapan antara siswa dan siswa maupun siswa dan guru kelas VII SMPN 3 Langke Rembong. Penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik sadap rekam dan catat untuk mendapatkan data Analisis data menggunakan proses reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada 45 data interferensi bahasa Ibu pada bahasa Indonesia Siswa Kelas VII SMPN 3 Langke Rembong. Interferensi bahasa Ibu masih terdapat dalam percakapan siswa. Hal itu dibuktikan dengan masih ditemukannya bahasa yang terinterferensi ke bahasa Indonesia siswa. Interferensi tersebut dibagi menjadi tiga bentuk, yakni bentuk fonologi, morfologi dan sintaksis. Pada bidang fonologi peneliti tidak menemukan data, namun peneliti hanya menemukan interferensi bidang morfologinya dan sintaksis. Interferensi bidang morfologi ditemukan partikel yaitu: é, ké, dé, pé, tá, gá, haé, dan im, sementara bidang sintaksisnya ditemukan kesalahan kalimat dan struktur kalimat “Wae sili mai sekolah pe, Reme cake ngembo ho,o ibu, Ngo sina hio ibu, Sina mbaru eta mai sekolah pak, Acu emad di Ican sina mbarud leng ranin, Timid kae daku p ased d om daku, Dere di Ecan leng diaan, Nia mbaru dite, Kios wa mai salang pé, Tiga kakor lalong ka, Nia hau one meseng, Jadwal ne tabrakan agu latihan kor Ibu, dan Co,o ami denge musik tong. Dengan demikian, peneliti menemukan adanya bentuk-bentuk interferensi dan juga faktor-faktor penyebab interferensi bahasa ibu pada bahasa Indonesia. Adapun bentuk interferensi yang ditemukan oleh peneliti, yaitu interferensi dalam bidang morfologi, dan interferensi dalam bidang sintaksis, sementara faktor penyebab interferensi yang ditemukan peneliti ada empat, yaitu faktor lingkungan pendidikan, faktor keluarga, faktor sosial masyarakat, dan faktor kebiasaan.
