ANALISIS PEMATUHAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM TUTURAN PADA GROUP WHATSAPP PBSI 2017A
Keywords:
Prinsip Kerja Sama, Konteks, Tuturan Group WhatsAppAbstract
Masalah dalam penelitian ini adalah adanya temuan awal peneliti mengenai pematuhan dan pelanggaran prinsip kerjasama dalam tuturan pada group WhatsApp PBSI 2017 A. Pematuhan prinsip kerja sama terjadi ketika anggota grup memberikan informasi sesuai yang dibutuhkan oleh penutur, misalnya jika seseorang dalam group bertanya mengenai batas pembayaran uang registrasi perkuliahan semester genap, kemudian anggota grup memberikan jawaban atau informasi yang sesuai dengan informasi yang dibutuhkan oleh penutur. Hal ini mematuhi maksim kuantitas pada prinsip kerja sama. Sedangkan pelanggaran prinsip kerja sama yaitu ketika salah satu anggota grup atau sender ingin bertanya mengenai informasi akademik dari kampus, banyak anggota grup melakukan feedback langsung kepada sender namun informasi yang disampaikan tidak jelas atau ambigu. Hal ini tentu melanggar maksim pelaksanaan pada prinsip kerja sama karena informasi yang disampaikan tidak jelas atau ambigu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan prinsip kerja sama yang berupa pematuhan dan pelanggaran tuturan dalam group WhatsApp PBSI 2017 A. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang berlandaskan pada kondisi obyek yang alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Data dalam penelitian ini adalah bukti percakapan atau chatting antara mahasiswa sejak Desember 2020 sampai Februari 2021 pada group WhatsApp PBSI 2017 A, di dalamnya terdapat pematuhan dan pelanggaran prinsip kerja sama. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik baca dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 57 data tuturan yang mengandung pematuhan dan pelanggaran prinsip kerja sama. Data pematuhan prinsip kerja sama yaitu (1) maksim kuantitas terdapat 14 data pematuhan, (2) maksim kualitas terdapat 7 data pematuhan, (3) maksim relevansi terdapat 8 data pematuhan, (4) maksim pelaksanaan terdapat 7 data pematuhan. Sedangkan pelanggaran prinsip kerja sama yaitu (1) maksim kuantitas terdapat 6 data pelanggaran, (2) maksim kualitas terdapat 5 data pelanggaran, (3) maksim relevansi terdapat 8 data pelanggaran, (4) maksim pelaksanaan terdapat 2 data.
