GAYA BAHASA METAFORA DALAM TUTURAN RITUAL WUAT WA’I MASYARAKAT MANGGARAI: KAJIAN LINGUISTIK KEBUDAYAAN
Keywords:
tuturan ritual, metafora, imajeri, wuat wa’iAbstract
Penelitian ini mengkaji tentang metafora dalam tuturan ritual masyarakat Manggarai dari sudut pandang linguistik kebudayaan. Tujuan penelitian ini adalah menemukan jenis metafora dan imajeri/nilai budaya yang terdapat dalam tuturan ritual wuat wa’i masyarakat Manggarai. Dua masalah yang hendak digali pada penelitian ini adalah bentuk metafora dalam tuturan ritual wuat wa’i dan imajeri-imajeri yang terkandung dalam tuturan ritual Wuat wa’i. Penelitian yang berlokasi di Manggarai, Flores, NTT ini merupakan penelitian kualitatif. Data penelitian disediakan melalui metode simak dan catat dengan teknik rekam, transkripsi, dan wawancara. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan referensial dengan teknik dasar daya pilah sebagai pembeda referen. Daya pilah referensial digunakan untuk menentukan struktur wacana TRWW dan metafora yang termuat di dalam TRWW. Analisis dalam penelitian ini dipandu dengan sejumlah teori dan paradigma linguistik. Teori utama yang dipakai adalah Teori Linguistik Kebudayaan Gary B. Palmer. Hasil analisis data dilaporkan secara informal dan dideskripsikan secara verbal. Hasil dari penelitian ini adalah tuturan ritual Wuat wa’i masyarakat Manggarai kaya dengan metafora yang mencakup metafora struktural, metafora orientasional, dan metafora ontologis. Imajeri budaya yang dikonstruksi dan dikomunikasikan melalui simbol verbal, yaitu bahasa dalam tuturan ritual wuat wa’i meliputi imajeri persatuan atau kebersamaan, imajeri keseriusan, imajeri pro-eksistensi, dan imajeri trans-historis.
