GASTRONOMI SASTRA PADA KUMPULAN PUISI EDISI KULINER DI MEDIA YAYASAN PUSAKA THAMRIN DAHLAN

Authors

  • Krista Yuliana Gegor Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Angela Klaudia Danu Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Yuliana Jetia Moon Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng

Keywords:

Gastronomi sastra, puisi, kuliner

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah adanya karya sastra yang membahas gastronomi kuliner dalam teks puisi. Dalam puisi kuliner, terdapat pembahasan varian makanan juga terdapat kultur yang melatarbelakanginya. Dalam menganalisis penelitian ini, peneliti menggunakan teori gastronomi sastra Suwardi Endraswara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kumpulan teks puisi kuliner di Media Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa bait, baris, dan diksi. Sumber data dalam penelitian ini adalah kumpulan puisi edisi kuliner di Media Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan yang diterbitkan pada tanggal 19 Agustus 2010. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode baca catat. Sedangkan teknik analisis data mencakup beberapa tahapan yakni membaca keseluruhan kumpulan puisi kuliner, mengidentifikasi, membuat catatan-catatan berdasarkan hasil analisis data, mendeskripsikan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diuraikan sebagai berikut; puisi yang diterbitkan oleh Media Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan menunjukkan adanya 6 puisi yang berbicara tentang makanan khas dan 4 diantaranya berbicara tentang cita rasa. Puisi yang berbicara tentang makanan khas adalah; (1) Rujak bebek, (2) Gudeg kendil, (3) Rujak juhi, (4) Kue Kipo, (5) Sate komoh, (6) Trancam. Sedangkan puisi yang berbicara tentang cita rasa diantaranya adalah; (1) Wajik, (2) Tumpengan, (3) Pertarungan kacang dan misis cokelat, (4) Antara madu dan kurma. Berdasarkan uraian di atas, kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa, dari 10 kumpulan puisi kuliner yang diterbitkan oleh Media Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan cenderung menggunakan bait berupa kata konkret, diksi, dan majas yang menggambarkan cita rasa yang khas, dan berdasarkan golongan, bentuk, bahan-bahan, proses, serta nilai kulturnya.

Downloads

Published

2025-06-10