WATAK TOKOH PADA LIMA CERPEN KARYA PUTU WIJAYA: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA
Keywords:
watak tokoh, cerpen, psikologi sastra, Putu WijayaAbstract
karya Putu Wijaya dengan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud. Jenis penelitian yang digunakan, yaitu kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini, yaitu lima cerpen karya Putu Wijaya dan data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan yang berupa kata, frasa, klausa, kalimat dan ungkapan yang mengacu pada watak tokoh yang terdapat pada lima cerpen karya Putu Wijaya. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik baca catat. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode analisis isi (Content Analysis). Hasil penelitian ditemukan 20 data yang mengandung unsur id, ego, dan superego, yang terbagi dalam lima cerpen karya Putu Wijaya, yaitu 5 data pada cerpen “Malu (2023)”, 3 data dari cerpen “Lop” (2019) 4 data dari cerpen “Semar” (2023), 2 data dari cerpen “Guru” (2022) dan 6 data dari cerpen “Teror Kenapa” (2020). Dengan demikian, penelitian ini menemukan tiga struktur kepribadian, yaitu id, ego, dan superego. Setelah dianalisis dari struktur kepribadian, lima cerpen karya Putu Wijaya menunjukkan dominasi struktur kepribadian ego yang paling banyak memunculkan watak tokoh protagonis. Hal ini terjadi karena pada lima cerpen tersebut, percakapan dan tindakan tokoh-tokohnya sangat sesuai dengan realitas. Dengan dominasi ego, cerpen-cerpen Putu Wijaya seringkali menampilkan watak tokoh protagonis yang rasional dan realistis. Analisis mendalam menunjukkan bahwa dominasi Ego ini mencerminkan bagaimana Putu Wijaya menggambarkan tokohtokohnya sebagai individu yang mampu menavigasi tantangan hidup dengan pendekatan yang logis dan pragmatis. Tokoh protagonis dalam cerpen-cerpen tersebut seringkali ditampilkan sebagai sosok yang menghadapi konflik internal dan eksternal dengan berusaha mencari solusi yang masuk akal dan dapat diterima oleh semua pihak.
