ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KONFLIK PALESTINA DAN ISRAEL PADA HARIAN UMUM REPUBLIKA DAN KOMPAS
Keywords:
Analisis Framing, Konflik Palestina-Israel, Media, Republika, Kompas, Gamson dan ModiglianiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis framing pemberitaan konflik Palestina dan Israel pada dua media utama di Indonesia, yaitu Harian Umum Republika dan Kompas. Framing yang dilakukan oleh kedua media cenderung berbeda dan menciptakan perspektif yang berbeda, media kompas cenderung netral dan berfokus pada objektivitas serta analisis mendalam. Di sisi lain, republika lebih menekankan pada nilai-nilai moral dalam pemberitaannya, dengan pendekatan yang lebih emosional dan naratif. Pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing dari Gamson dan Modigliani digunakan untuk memahami bagaimana kedua media ini membingkai konflik yang kompleks tersebut. Indikator framing yang dianalisis meliputi framing, metafora, contoh-contoh (exemplars), ungkapan kunci (catchphrases), penggambaran (depictions), dan citra visual (visual images), serta struktur reasoning devices yang terdiri dari akar masalah (roots), daya tarik terhadap prinsip (appeal to principle), dan konsekuensi (consequence). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Republika cenderung menggunakan framing yang lebih simpatik terhadap Palestina, seringkali menyoroti penderitaan warga sipil dan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh Israel. Penggunaan metafora dan ungkapan kunci yang kuat mendukung narasi ini. Sebaliknya, Kompas menunjukkan pendekatan yang lebih netral dan berimbang, meskipun tetap mengedepankan aspek kemanusiaan dari konflik tersebut. Analisis visual dan penggambaran di Kompas cenderung lebih faktual dan deskriptif, dibandingkan dengan Republika yang lebih emosional dan evocative. Penelitian ini mengungkapkan perbedaan signifikan dalam cara kedua media membingkai konflik, yang dapat mempengaruhi persepsi dan sikap pembaca terhadap isu tersebut. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami dinamika pemberitaan media di Indonesia dan menggarisbawahi pentingnya literasi media bagi masyarakat. Saran bagi pembaca, pendidik, dan peneliti selanjutnya juga disampaikan untuk meningkatkan pemahaman dan kajian lebih lanjut mengenai framing media dalam konflik internasional.
