ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN OMNIBUS LAW PADA TEMPO.CO

Authors

  • Maria Trifena Salut Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Lodovikus Refli Syukur Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Yulita Olga Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng

Keywords:

analisis, framing, omnibus law, tempo.co

Abstract

Peneliti memilih pemberitaan Omnibus Law untuk dianalisis, karena sejak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law disahkan 5 Oktober 2020 lalu, gelombang penolakan terus meluas.  Gerakan buruh, mahasiswa, pelajar, juga berbagai organisasi masyarakat sipil menyuarakan keberatannya terhadap Omnibus Law ini. Dalam menganalisis pemberitaan Omnibus Law ini, peneliti menggunakan analisis Framing. Pada dasarnya framing adalah metode untuk melihat cara bercerita media atas peristiwa. Analisis framing ini menggunakan metode kualitatif.  Berdasarkan hasil analisis framing terhadap media online Tempo.co pada periode Oktober 2020, Tempo.co cenderung menonjolkan pemberitaan yang berkaitan dengan demo penolakan Omnibus Law Cipta kerja. media Tempo.co hanya menyajikan perilaku demonstran. Hal ini secara tidak langsung menunjukan bahwa media Tempo.co memiliki kecenderungan untuk mendukung pemerintah atau mungkin tidak berani menyoroti pemerintah. Kecenderungan Tempo.co dalam mengkrontruksikan berita terlihat berat sebelah. Tempo.co tidak memberitakan mengapa pemerintah dan DPR sampai perlu merasa buru-buru untuk mensahkan undang-undang yang berbulan-bulan sudah diprotes banyak pihak dan sangat berpotensi memicu aksi demonstrasi.

Downloads

Published

2025-06-10