VARIASI BAHASA SOSIOLEK PADA PEDAGANG PASAR LEMBOR KABUPATEN MANGGARAI BARAT
Keywords:
variasi bahasa, sosiolek, pedagangAbstract
Penelitian ini berkaitan dengan variasi bahasa yang mencakup tentang sosiolek. Sosiolek merupakan variasi bahasa yang hadir dari kelompok- kelompok masyarakat yang memiliki perbedaan dalam jenjang status sosial, kedudukan, golongan, dan kelas sosial oleh penuturnya sendiri, seperti umur, pekerjaan, tingkat ekonomi, dan tingkat status kedudukan di dalam masyarakat. Perbedaan sosiologis memunculkan terjadinya bahasa sosiolek. Dari penelitian ini ditemukan bentuk-bentuk sosiolek yang dituturkan oleh pedagang Pasar Lembor Kabupaten Manggarai Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk variasi bahasa sosiolek pada pedagang pasar Lembor Kabupaten Manggarai Barat dan faktor yang menyebabkan terjadinya variasi bahasa sosiolek. Jenis penelitian ini adalah metode kualitatif dalam penelitian ini mengarah pada tiga teknik dalam pemerolehan data, yakni teknik observasi, teknik mencatat, dan teknik studi pustaka. pengumpulan data yang digunakan bertujuan untuk mengetahui indikasi tuturan sosiolek. Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah mengidentifikasi data yang diperoleh berupa tuturan para pedagang kemudian peneliti mengklasifikasi data dan menyajikan data untuk dianalisis. Langkah yang terakhir adalah peneliti melakukan analisis dan menarik kesimpulan bentuk-bentuk sosiolek pada pedagang dan faktor- faktor penyebab terjadinya variasi bahasa sosiolek. Sumber data dalam penelitian ini adalah 20 orang pedagang dan 16 orang pembeli atau non pembeli. Wujud data dalam penelitian ini adalah percakapan antara pedagang dengan pembeli atau non pembeli. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 18 data yang terdiri dari 8 bentuk variasi bahasa sosiolek yang dituturkan oleh pedagang pasar Lembor yakni 3 Akrolek, 4 Basilek, 1 Vulgar, 1 Slang, 4 Kolokial , 2 jargon, 1 Argot dan 2 Can. Dalam penelitian ini penulis menemukan 3 faktor yang mempengaruhi terjadinya sosiolek pada pedagang pasar Lembor yakni faktor pendidikan, faktor sosial budaya, dan faktor usia dan gender.
