Analisis Teori Perkembangan Kognitif Vygotsky Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Anak Dalam Budaya Manggarai

Authors

  • Beata Palmin - Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Emilia G. M. Taran Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng

Keywords:

Vygotsky; Budaya Manggarai; Kognitif; Etnopedagogi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi teori perkembangan kognitif Lev Vygotsky dalam konteks pendidikan anak pada masyarakat budaya Manggarai di Flores, Nusa Tenggara Timur. Masalah utama dalam penelitian ini adalah adanya diskoneksi antara teori psikologi modern dengan praktik pendidikan berbasis kearifan lokal yang kian tergerus zaman. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan teknik analisis isi dari Milles dan Huberman terhadap literatur teoretis Vygotsky dan sumber primer kebudayaan Manggarai. Hasil kajian menunjukkan bahwa elemen budaya Manggarai seperti Lonto Leok (musyawarah) merupakan manifestasi riil dari Zone of Proximal Development (ZPD), di mana terjadi interaksi edukatif antara anak dan orang dewasa sebagai More Knowledgeable Other (MKO). Selain itu, instrumen budaya berupa Go’et (sastra lisan) dan simbolisme motif tenun berfungsi sebagai cultural tools yang memediasi perkembangan fungsi mental tinggi anak. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa teori Vygotsky menyediakan kerangka saintifik untuk melegitimasi penggunaan etnopedagogi di Manggarai. Rekomendasi penelitian diarahkan pada pentingnya integrasi kearifan lokal dalam kurikulum PAUD untuk menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.

Downloads

Published

2026-04-30