Analisis Hambatan Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Kurikulum Merdeka Di SDI Karot
DOI:
https://doi.org/10.36928/jipd.v9i2.3201Keywords:
Pembelajaran Berdiferensiasi, Kurikulum Merdeka, Pendidikan Dasar, Implementasi Kurikulum, Pembelajaran Berpusat pada Peserta DidikAbstract
Kurikulum Merdeka mendorong penerapan pembelajaran berdiferensiasi sebagai strategi untuk memastikan pembelajaran yang inklusif dan berpusat pada peserta didik. Namun, implementasinya pada jenjang sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan, terutama di lingkungan dengan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi oleh guru kelas IV di SDI Karot dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Dengan menggunakan desain deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa meskipun guru memiliki pengetahuan konseptual dasar tentang pembelajaran berdiferensiasi, penerapan praktisnya terhambat oleh keterampilan yang terbatas, pelatihan yang tidak memadai, kurangnya alat asesmen diagnostik, serta perencanaan pembelajaran yang masih kaku. Praktik pembelajaran di kelas sebagian besar masih belum terdiferensiasi, dengan penyampaian materi yang seragam dan adaptasi yang minimal terhadap kebutuhan siswa. Guru juga melaporkan kendala seperti rasio siswa-guru yang tinggi, waktu pembelajaran yang terbatas, dan kurangnya sumber daya pembelajaran. Meskipun demikian, sikap guru yang positif terhadap diferensiasi memberikan dasar yang menjanjikan untuk pengembangan di masa depan. Studi ini menekankan perlunya pengembangan profesional yang terarah, dukungan sistemik, serta peningkatan infrastruktur untuk mengoperasionalkan pembelajaran berdiferensiasi secara efektif. Temuan ini berkontribusi pada upaya berkelanjutan untuk menyelaraskan reformasi kurikulum dengan realitas pembelajaran di kelas di Indonesia serta mendukung pendidikan yang adil bagi semua peserta didik


